in

Gay-Gay-an

De Poyok tengah asik berselancar di halaman Facebooknya. Dia sedang mengamati status orang-orang yang ada di lingkaran pertemanannya. Dia tengah mencari orang-orang yang sedang dalam kegalauan. Orang-orang yang tengah kekurangan belaian kasih sayang.

Seperti sebuah sinyal, status dari tiap orang memiliki pesan tersendiri. Setidaknya itulah yang ditangkap oleh De Poyok ketika berselancar. Menurutnya, pesan yang disampaikan pada status semua orang baik itu perempuan atau lelaki sama saja. Semua sejenis ketika dalam kegalauan.

De Poyok sangat sigap menangkap sinyal semacam ini. Dia sangat paham kata-kata yang digunakan seseorang ketika memerlukan teman untuk berkencan. Dia meganggapnya sebagai bakat. Dan, bakat ini belum pernah mengecewakannya.

Ketika ada status galau muncul dia akan segera mengirimkan pesan. Isinya standard, bisa dibilang pesannya sama ke semua orang. Mulai dari salam pembuka, sedikit gombal, kemudian mengajak untuk bertemu.

Improvisasinya nggak banyak. Menurutnya improvisasi hanya akan membuat orang-orang galau ilfeel karena terlalu bertele-tele. Bahkan, untuk orang-orang yang sudah dia kenal, dia nggak akan berbasa-basi. Cukup dengan pesan singkat untuk bertemu. Hal ini dilakukan De Poyok setiap hari selama beberapa minggu belakangan ini.

Halaman Facebooknya mulai dijelajahi sejak bangun tidur. Tujuannya hanya untuk mencari target untuk dia kencani sore hingga malam harinya. Dan, hampir setiap hari pula De Poyok mendapatkan orang-orang untuk dia ajak berkencan.

Seperti anak yang dilepas di Timezone. De poyok tengah larut dalam lingkaran bermainnya yang baru. Lingkungan percintaan para lelaki alias gay. Dia bukannya terjebak disana, melainkan dia menenggelamkan dirinya secara sengaja. Dia tengah menikmati sensasi bercinta dengan lelaki.

Dia menemukan sensasi berbeda dengan lelaki yang berbeda. Dia juga menemukan kemudahan untuk menemukan teman berkencan yang berbeda setiap harinya. Batas-batas dan kerumitan yang berlaku pada kebanyakan orang sudah nggak berlaku lagi.

Orang-orang yang ditemuinya sudah saling tau aturan masing-masing. Malah, semakin hubungan mereka dirahasiakan, semakin bagus. Nggak satupun dari mereka siap untuk mengungkap orientasi seksual mereka ke khalayak umum.

Mereka semua paham kalau apa yang mereka lakukan nggak bisa diterima sepenuhnya di masyarakat. Meski hasrat dan orientasi seksual adalah hak pribadi setiap orang. Tapi, ada norma-norma yang mengatur soal moral yang berlaku di masyarakat. Dan norma ini juga mengatur bagaimana seseorang memperlakukan kelaminnya.

De Poyok bukanlah seorang gay. Dia sama sekali tidak merasakan ketertarikan pada laki-laki seperti dia tertarik pada perempuan. Dia hanya merasakan sensasi berbeda ketika anusnya dimasuki penis. Begitu pula ketika penisnya dimainkan dalam senasi oral oleh lelaki lainnya. Dan dia menikmatinya seperti dia menikmati sensasi berhubugan kelamin dengan perempuan.

Jika pada perempuan De Poyok memiliki hasrat untuk berkeluarga dan membina rumah tangga. Itu nggak terjadi pada laki-laki yang digaulinya belakangan ini. Dia hanya tertarik untuk menikmati sensasi bercintanya saja.

Entah harus didefinisikan sebagai apa kondisi De Poyok ini. Lebih mudah untuk menyatakannya sebagai Biseksual. Tapi, apa yang terjadi pada De Poyok ini nggak permanent. Melainkan hanya sesaat. Hanyalah hasrat sementara yang dipicu oleh ketertarikan akan sensasi seksual semata. Lebih tepat rasanya kalau yang dialami De Poyok disebut sebagai gay-gay-an. Karena, De Poyok seolah-olah menjadi gay padahal dia bukanlah gay.

Pernah satu kali De Poyok bercinta dengan pasangan suami istri. Lazimnya hubungan ini disebut dengan Three Some MMF (male-male-female) atau 2 laki-laki dan 1 perempuan.

Mirip seperti De Poyok, pasangan suami istri ini juga petualang bercinta. Mereka bertualang mencari kenikmatan bercinta dengan orang yang berbeda-beda. Dan itu dilakukannya dalam kondisi terikat sebagai pasangan suami istri.

Nggak hanya dengan De Poyok, pasangan suami istri ini juga pernah melakukan hubungan dengan pasangan suami istri lainnya atau four some.

Susah rasanya membayangkan ada kehidupan seperti yang dijalani De Poyok. Rasanya nggak masuk akal. Tapi, itulah yang terjadi. Dan De Poyok bukanlah satu-satunya orang yang ada dalam lingkaran itu. Ada banyak orang. Bahkan ada komunitasnya.

Nggak semua orang mengerti apa yang terjadi kecuali anggota komunitas yang menjalaninya. Itulah sebabnya, kebanyakan dari mereka menjalani kehidupan seksualnya secara tersembunyi.

Kebanyakan dari mereka memiliki satu kehidupan normal yang dijalaninya disamping kehidupan lain yang dijalaninya dalam lingkaran komunitasnya.

Untuk orang seperti De Poyok. Hanya tinggal menunggu waktu saja, entah dia akan tetap menjalani kehidupan gay-gay-annya, atau akan berhenti begitu saja setelah kebosanan dan memilih untuk menikahi pacarnya dan membina keluarga.

Karena, setahu saya, keliaran hasrat seksual yang dijalani orang-orang seperti De Poyok akan memudar dengan sendirinya setelah larut dalam beban keluarga. Terutama lagi setelah memiliki anak. Sebenarnya bukan hasratnya yang berkurang, tapi waktu untuk menjalani dan memenuhi hasratnya itu yang sudah nggak ada lagi.

Kecuali jika De Poyok menjalaninya seperti sepasang suami istri tadi. Dan rasanya, pacarnya De Poyok bukanlah orang yang bisa diajak hidup seperti itu.

Hingga saat ini, De Poyok masih asik menjalani dua kehidupannya. Satu kehidupan dengan pacarnya dan kehidupan lainnya bersama teman kencan laki-lakinya.

Beberapa kali De Poyok pernah ke-gap masuk penginapan bersama lelaki oleh kawan-kawannya. Tapi, De Poyok selalu pintar untuk menyembunyikan keadaannya. Terutama menyembunyikan rasa malu yang dia rasakan jika ketahuan berhubungan seksual dengan laki-laki. Ada ribuan alasan yang bisa dia katakan untuk menutupi itu semua.

De Poyok tetaplah De Poyok yang tengah larut dalam sensasi hubungan seksual yang tengah dia jalani. Dan rasanya, De Poyok belum akan berhenti dalam waktu dekat ini. Atau, mungkin De Poyok akan berhenti hanya jika sudah ketahuan oleh orang-orang terdekatnya, terutama oleh keluarganmya. Mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 8 =

Kafir

Majalah Porno