in

Kutak Katik Jabrik

Saya masih ingat, ketika kelas 2 SD, sekitar tahun 89-an. Setiap hari saya harus menempuh 30 menitan berjalan kaki ke sekolah. Ada banyak yang saya lewati tiap pagi. Mulai dari gedung pertokoan, pasar, biskop, masjid, terminal, hingga beberapa pedagang kaset yang setiap pagi memutarkan lagu hits saat itu.

Hampir setiap pagi saya mendengarkan lagu Kutak Katik dari boyband Jabrik yang sedang hits kala itu. Untuk yang ingin tahu lagunya, saya rasa di Youtube ada tuh videonya. Cari aja dengan kata kunci Kutak Katik Jabrik. Videonya asli pula, seperti yang beredar di tahun 89-an itu.

Lagu Kutak katik ini dikhususkan untuk para penggemar togel. Karena, lagu ini memang membahas Togel dengan problematikanya. Eh, iya, waktu itu Togel adalah judi resmi yang diselenggarakan oleh negara melalui Departement Sosial. Namanya SDSB atau Sumbangan Dana Sosial Berhadiah. Namanya saja yang berbeda, tapi cara mainnya sama dengan Togel saat ini. Banyak agen resmi yang menjual kupon Togel. Resmi lho ya, bukan kucing-kucingan seperti sekarang ini.

Tahun itu, Jabrik adalah boyband yang sedang hits. Iya, hits banget. Hampir setiap hari di radio dan di toko kaset memutarkan lagu Kutak Katik dari mereka ini. Jika sekarang boyband didominasi oleh musik beraliran pop. Maka Jabrik adalah salah satu dari sekian boyband di tahun itu yang beraliran dangdut. Jangan salah, Boyband sudah tumbuh dan berkembang, lho, di tahun itu. Bahkan ada beberapa. Dan, alirannya pun serupa, musik dangdut.

Jabrik terdiri dari 8 orang yang personel merupakan aktor-aktor kawakan ketika itu. Eh, bukan cuma ketika itu, sekarangpun beberapa dari mereka masih berkibar namanya. Hanya saja, mereka sudah nggak segagah dan selentur dulu. Mereka adalah Advent Bangun, Cok Simbara, Deddy Mizwar, El Manik, Drg Fadly, Harry Capri, Leroy Osmani, Alan Nuari dan Avent Christie.

Pada jaman itu, model rambut jabrik sedang populer. Model rambut jabrik itu seperti model rambutnya Lupus, atau yang lebih populer lagi, model rambutnya Duran-Duran. Eh, iya, jaman itu, rambut jabrik lebih dikenal dengan potongan Duran-Duran. Karena, di banyak tempat, terutama tempat potong rambut dan angkutan umum, banyak tertempel stiker dan poster laki bule dengan rambut jabrik. Dibawah stiker dan poster tersebut tertulis kata “Duran-Duran”.

Entah orang-orang tau atau enggak arti kata “Duran-Duran” pada saat itu. Saya sendiri baru tahu kalau Duran-Duran itu adalah nama sebuah band rock ketika beranjak SMP. Kurang lebih 6 tahun setelahnya. Itupun karena nggak sengaja mendengarkan radio yang memutar lagu berjudul Ordinary World dari band ini.

Jaman itu, rambut jabrik adalah simbol budaya barat. Karena, itu tadi. Yang mempopulerkannya adalah band rock barat yang diwakili oleh Duran-Duran. Banyak orang yang begitu anti dengan budaya barat. Mereka menganggap budaya barat identik dengan keliaran. Budaya barat juga diposisikan sebagai budaya yang buruk dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya timur.

Tapi, bukan anak muda namanya kalau nggak melawan. Eksistensi anak muda pemberontak ditunjukkan dengan model rambut jabrik ini. Mungkin lebih tepatnya, mendaku muda wajib berambut jabrik, ditambah dengan celana jeans yang wajib robek di lutut. Yang berduit, bisa tuh ditambah dengan jaket kulit hitam ala rocker.

Tatoo belum begitu memasyarakat ketika itu. Nggak banyak orang yang memiliki tatoo. Mungkin karena tatoo lebih lekat dengan premanisme dan tindak kriminal daripada pemberontakan. Atau, mungkin saja orang terlalu takut untuk bertatoo. Karena, ketika itu orang-orang bertatoo banyak yang entah menghilang atau dijebloskan ke penjara.

Seingat saya, ada stiker besar yang ditempel di hampir setiap angkutan umum. Gambarnya seorang perempuan bule dengan rambut jabrik. Dibawah gambar tersebut tertulis kata “Gadis Lugu”. Mungkin maksudnya adalah, rambut jabrik nggak menentukan seorang perempuan itu baik atau enggak. Pribadi seseorang, kan, memang nggak ditentukan oleh rambut.

Mungkin, yang dipertentangkan waktu itu adalah sanggul dan jabrik. Dimana sanggul mewakili budaya timur sedangkan jabrik mewakili budaya barat. Ini cuma mungkin lho ya, saya juga nggak tau pasti. Saya masih kelas 2 SD, je.

Tapi, kalau dipikir-pikir, dari dulu hingga kini, selalu saja ada pertentangan antar masyarakat hanya terkait penampilan. Selalu ada 2 kubu yang susah sekali menemukan akulturasinya. Mungkin sekarang ini pertentangan itu nggak terlalu tampak. karena, kebanyakan masyarakat sudah terbiasa dengan berbagai macam penampilan yang aneh-aneh dari anak mudanya. Bisa dibilang, pertentangan budaya yang terjadi ketika tahun 89-an itu sudah menemukan akulturasinya sekarang ini.

Eh, tapi, sekarang muncul lagi pertentangan baru. Pertentangan antara berpakaian terbuka dan tertutup. Pakaian tertutup yang mewakili agamis dan terbuka yang dikatakan liberal. Padahal liberal, ya, liberal aja. Nggak tergantung dari berpakaian seperti apa. Tapi, anggap saja demikian, biar mereka senang.

Kalau dipikir lebih jauh lagi, sepertinya dari tahun 80-an hingga sekarang ini. Masih saja ada orang yang menilai segala sesuatunya hanya berdasarkan penampilan. Mungkin, karena mereka memang mementingkan kulit. Tapi, apakah hal-hal dangkal semacam kulit, pakaian, gaya rambut, dan tetek bengek penampilan lainnya harus dibandingkan apalagi dipertentangkan? Bukannya setiap orang memiliki kebebasan absolut atas dirinya?

Membandingkan penampilan satu dan lainnya, sama dengan membandingkan lebih enak mana babi guling dan masakan padang. Nggak akan ada titik temu. Karena semua itu hanya urusan selera. Ada yang suka berpenampilan seperti ini dan ada yang seperti itu. Begitu juga ada yang suka babi guling dan ada pulang yang suka nasi padang. Pertentangan semacam ini hanya akan menghasilkan perdebatan tanpa ujung. Sia-sia.

Lebih baik rasanya saling menghormati penampilan satu sama lain. Seperti halnya saling menghormati selera satu sama lain. Bukankah berwarna dan beraneka ragam itu terlihat lebih indah daripada seragam dan monotone?

Jadi, tunggu apalagi, mari kita nyanyikan lagunya.

Tik dikutak katik
Angka delapan bisa dimistik
Tanya kesana tanya kesini
Nomor berapa keluar nanti

Tik dikutak katik
Sembilan angka dibolak balik
Siapa tahu dapat rezeki
Bisa pacaran sama si doi

Tapi memang dasar badan lagi apes
Satu angka salah kantong jadi kempes
Tembak tiga angka 2 5 2
Tapi yang keluar 5 2 5

Aduh menyesal menyesal
Sambil ngurut dada
Kenapa tidak angkanya
Bolak balik saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − one =

Ndas Bedag

Togelers Juga Manusia