in

Togelers Juga Manusia

Beberapa waktu lalu, Togel online mewabah di daerah saya. Kawan yang dulu pecandu Togel darat sekarang beralih ke Togel online. Dia yang belum pernah kenal rekening Bank, tetiba sudah fasih dengan mobile banking. Apa-apa sudah dijalankan dengan handphone dalam genggamannya.

Tau sendiri kan gimana ekspersi orang desa yang ngomongin mobile banking? Ada yang menggelitik tapi susah untuk dilukiskan dalam kalimat. Hanya bisa dirasakan gelitikannya ketika melihat dia berbicara dibarengi dengan melihat ekspersi wajahnya.

Meski banyak yang berpendapat bahwa Togel itu termasuk judi dan dilarang agama. Toh, kami punya pemahaman sendiri bahwa apapun akan dilarang agama karena dampak buruk yang diakibatkannya. Selama masih dalam batas-batas positif dan memberikan manfaat, kami rasa agama nggak akan melarangnya. Eh, Togel juga ada manfaat positifnya, lho. Salah satunya adalah kegembiraan yang ditimbulkannya.

Saya sendiri adalah salah satu orang yang menikmati kegembiraan bermain Togel. Saya cukup menikmati bermain tebak-menebak angka dengan segala ramuan jitu yang beredar di media sosial. Cukup menarik menelusuri mereka yang tergabung dalam group-group pecinta Togel itu. Ada yang lucu gimana gitu. Susah untuk saya lukiskan dalam kalimat, tapi, kegembiraannya begitu terasa. Orang Bali bilang “it made my day”.

Mungkin bisa dibilang kalau saya adalah seorang Togelers casual, alias Togelers asal-asalan. Asal cocok saya comot dan saya pasangkan. Kalau untung, ya, buat beli minum bersama kawan. Kalau buntung ya nggak apa-apa, cuma seribuan ini. Nggak ada ruginya sih membayar seribuan untuk sebuah kegembiraan yang unik.

Seorang kawan saya bercerita kalau pertama kali bisa membelikan anaknya pakaian bagus hanya setelah bermain Togel. Penghasilannya yang pas-pasan nggak memberinya kesempatan itu. Dia memang terbilang beruntung, karena, dalam percobaan pertama dia sudah menang. Langsunglah hasil kemenangan itu dia gunakan untuk membelikan beberapa stel pakaian untuk anaknya.

Eh, bukan cuma anaknya, istrinya juga kebagian kegembiraan oleh Togel ini. Istrinya jadi bisa ikut menikmati demam sandal Popits yang mewabah hingga ke desa. Tau, kan, sandal Popits? Sandal yang dipercayai sebagai sandal import dari USA. Sandal yang juga dipercaya sebagai peningkat status sosial mamah muda yang ada di desa. Betapa sandal bisa mengangkat derajat para mamah muda.

Beda lagi dengan cerita kawan saya lainnya. Seorang kakek dengan usia pensiun sebut saja namanya Tuan Parman. Blio memilih menikmati hari tuanya dengan bermain Togel. Bukan, dia bukan kakek yang melulu ngurusin Togel dan mengabaikan segalanya. Dia adalah kakek yang hanya mengisi waktunya luangnya dengan bermain Togel. Katanya, sih, biar nggak cepet pikun.

Menurut dia, Togel bisa mengasah daya ingatnya. Togel juga secara nggak langsung membuatnya tetap berpikir dengan cara yang menyenangkan. Taruhannya nggak banyak, cuma taruhan seribuan. Kalau untung ya dapat puluhan kali lipat. Kalau buntung, ya, rugi cuma beberapa ribu. Begitu, sih, katanya.

Bukan hanya itu. Setiap kali menang, Tuan Parman selalu membawa cucunya jalan-jalan ke mall. Katanya, kesenangannya nggak akan lengkap kalau nggak dibagi sama cucu. Sesekali dia membelikan cucunya barang yang cucunya inginkan. Tuan Parman nggak bisa mengandalkan uang pensiunnya untuk membeli barang-barang atau mengajak cucunya jalan-jalan. Hanya dengan uang hasil Togel dia bisa melakukannya.

Seorang kawan saya di Jakarta adalah pekerja harian. Gajinya masih standar UMR. Dia merantau dari Jawa Tengah ke Jakarta untuk memperbaiki ekonomi, katanya. Biaya hidup yang mahal di Jakarta membuat gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya saja. Melalui Togel dia bisa mencicil barang-barang yang dia inginkan. Sebut saja motor yang dia gunakan sehari-hari adalah hasil dari main Togel.

Bukan, dia bukan orang yang kaya mendadak karena Togel. Dia adalah salah satu orang yang memang suka utak-atik angka togel. Dia juga salah satu yang menganggap Togel sebagai hiburan. Seperti yang lain, dia juga cuma bertaruh seribuan. Tapi, karena kelihaiannya dan keberuntungan yang selalu menyertainya, jadilah beberapa kali dia menang. Nggak banyak, bisa 500 ribu hingga 1 juta sebulan. Uang inilah yang dia gunakan untuk mencicil barang-barang yang dia inginkan.

Cerita-cerita menyenangkan seperti ini banyak terjadi disekitar saya. Banyak terkait dengan Togel yang dikatakan judi dan dilarang agama. Eh, saya nggak ngajak buat melanggar aturan agama, lho. Mau manut dengan aturan agama ya monggo, mau ikut untuk sedikit lebih detail dan melihat konteks dimana ajaran itu diterapkan, ya, monggo juga. Bebas-bebas saja. Semua kembali pada pribadi masing-masing.

Bahwa banyak yang akhirnya terpuruk karena judi, iya. Banyak yang hidupnya berantakan karena judi, ya iya juga. Tapi, mbok ya dilihat juga orang-orang yang bergembira dengan judi. Orang-orang yang masih rasional dan menjadikan judi sebagai hiburan semata. Banyak, lho, orang-orang yang seperti ini.

Kembali lagi pada pemahaman bahwa ajaran agama itu ada untuk mencegah orang terkena dampak buruknya dari segala sesuatunya, bukan? Lalu, kalau orang menjalaninya dengan gembira, apakah aturan itu masih bisa diterapkan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + nine =

Kutak Katik Jabrik

Kata Kasar