in

Uang SPP Henny

Namanya Henny, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh ibu tirinya. Dia sudah nggak punya siapa-siapa kecuali ibu tirinya. Dan kebetulan juga ibu tirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu. Meski memiliki seorang ibu tiri, pada kenyataannya Henny nggak punya siapa-siapa. Karena, keberadaan ibu tirinya hanya sekedar status tanpa ada tanggung jawab apa-apa. Malah, seringkali Henny-lah yang lebih banyak membantu perekonomian keluarga tirinya.

Henny sekarang sedang duduk di kelas tiga sebuah SMK (Sekolah menengah Kejuruan) yang ada di Bali. Untuk kebutuhan sehari-harinya Henny berjualan perlengkapan upakara. Hasilnya terbilang kecil, tapi dicukup-cukupkan untuk kesehariannya. Hanya satu masalah yang berulang setiap bulannya, yaitu biaya sekolah. Penghasilan Henny belum mampu mencukupi biaya sekolahnya. Apalagi ketika dia duduk di kelas tiga sekarang ini. Belum biaya praktek, biaya ujian dan biaya-biaya lainnya yang terbilang membesar.

Dukungan keluarga tiri Henny untuk biaya sekolahnya bisa dibilang nggak ada. Bahkan, sejak awal masuk SMK, keluarga tirinya nggak setuju. Karena, menurut mereka, nggak ada gunanya sekolah, toh nanti ujungnya akan menikah juga. Mereka lebih setuju jika Henny menikah saja dengan saudara yang mereka kenalkan. Mereka menganggap Henny sebagai beban untuk keluarga mereka. Karenanya, makin cepat Henny menikah, makin cepat mereka lepas dari beban.

Henny menyadari hal ini, karena itu dia memilih untuk tinggal di kost daripada di rumah keluarga tirinya. Memang berat sekali semua beban yang ditanggungnya, tapi Henny nggak menyerah begitu saja. Henny bertekad untuk bisa lulus sekolah kemudian bisa bekerja. Anak seusia itu harus berjuang untuk hidupnya, mulai dari bayar kost, bayar sekolah, hingga yang terakhir dia harus menyediakan uang yang lumayan banyak untuk biaya ujian akhir untuk bisa lulus.

Beberapa jalan seperti bekerja sampingan sepulang sekolah, mencari tambahan dengan berjualan bahan upakara keliling-pun sudah dijalaninya, tapi tetap saja kurang untuk menutupi biaya sekolahnya. Hingga beberapa bulan terakhir ini Henny diajak temannya untuk menawarkan diri pada Om-Om genit penikmat ABG seusianya di Instagram. Hanya dengan meniduri dua orang Om-Om setiap bulannya, kebutuhan Henny sudah tercukupi, termasuk biaya sekolahnya dan biaya Ujiannya yang harus dia tempuh tiga bulan lagi.

De Poyok yang seorang pemburu ABG secara nggak sengaja menemukan Henny melalui Instagramnya. Gaya khas para pemburu ABG di media sosial adalah mencari akun yang mencantumkan nomor Whatsapp. Dari sini mereka menebar gombalan dan ketika pembicaraan sudah mulai mengarah pada kebutuhan akan uang mereka menawarkan uang SPP. Percakapan khas yang juga sudah dimengerti oleh ABG pemburu Om-Om.

Beberapa kali bertemu dan beradu asmara, De Poyok akhirnya luluh terhadap Henny. De Poyok terbawa untuk menjadikan Henny sebagai pacarnya. Pacar dalam kategori seorang seperti De Poyok adalah seorang simpanan yang akan dibiayai tiap bulannya. Henny yang juga sedang membutuhkan bantuan keuangan menyetujuinya begitu saja. Hitung-hitung dia sudah nggak diribetkan lagi oleh biaya sekolah, kost dan biaya ujian yang sangat mendesak. Ditambah lagi, Henny nggak harus diribetkan dengan keanehan Om-Om lain.

Hubungan antara Henny dan De Poyok terbilang harmonis, karena Henny adalah simpanan yang cukup kooperatif. Henny nggak pernah menuntut macam-macam dari De Poyok. Uang bulanan dari De Poyok sendiri cukup lancar datangnya. Henny sebenarnya bukan penikmat hubungan seks. Dia melakukannya hanya untuk biaya sekolahnya saja. Mungkin karena ini dia nggak terlalu menuntut untuk bertemu terlalu sering. Begitu juga dengan De Poyok. Situasi pekerjaannya dan keribetan istri dan anaknya membuatnya nggak terlalu banyak punya waktu untuk dihabiskan bersama Henny. Jadilah sepasang kekasih rahasia Henny dan De Poyok berjalan dengan baik.

Sudah hampir enam bulan lamanya hubungan asmara itu terjalin. Henny sekarang telah lulus sekolah dan mulai bekerja paruh waktu di sebuah restaurant. De Poyok menginginkan Henny untuk melanjutkan sekolahnya minimal hingga jenjang S1, tapi Henny menolaknya. Dia berdalih ingin kuliah dengan biaya sendiri. Tapi, namanya De Poyok yang sudah kadung kepincut dengan Henny bersikeras akan membiayai seluruh biaya kuliahnya hingga S1 nanti. Tetap saja Henny menolaknya. Karena, Henny tau kalau dia harus bisa hidup sendiri tanpa De Poyok. Henny tau kalau suatu hari nanti De Poyok akan meninggalkannya. Dia juga tau kalau sudah saatnya dia mencari pacar yang memang bisa dijadikan suami, nggak seperti De Poyok yang sudah menjadi suami orang.

Sekarang, Henny telah menjalani hubungan dengan teman kuliahnya. Dia melanjutkan kuliah di jurusan pariwisata sambil tetap bekerja paruh waktu. Hubungan antara De Poyok dan Henny sudah berakhir seiring dengan penghasilan Henny dengan pekerjaannya yang sudah dirasa cukup untuk membiayai hidupnya dan kuliahnya. Henny sudah tidak memerlukan lagi De Poyok untuk membantu ekonominya. Dia bisa melakukannya sendiri. Hingga sekarang, Henny masih berjalan dengan kuliah, kerja dan menikmati masa mudanya bersama pacarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 15 =

Bebas

Selamat Jalan Lord Didi