in

Vegetarian

“Apa kaden gaene Men Ni Luh. Pragat jukut dogen gaenange iraga jani. Padahal suba kar baang pembelin darang nasi sebilang wai” Gerutu Pak Man Kancrut.

“Kok bisa keto Pak Man?” Tanya Pak De Dimpil.

“Nak Vegetarian kone adane cara janine. Sebilang wai makan tuah nasi ajak jukut dogen. apang sehat” Jawab Pak Man Kancrut.

“Mih, yen keto undukne, telah kar bangkrut dagang nasi be gulinge, Pak Man” Celetuk Pak De Dimpil.

“Ne mara ye. Pak De sing ngelah logika adane. Yan jumah tuah gaenange jukut ajak Men Ni Luh, jelas tambah lais dagang be gulinge. Sawireh, sebilang wai kar makan ditu. Jumah nak sing luwung asane makan tuah misi jukut dogen” Jawab Pak Man Kancrut.

Beberapa waktu belakangan memang sedang trend untuk menyantap menu vegetarian. Alasannya bermacam-macam. Ada yang karena merasa sayang binatang makanya membatasi diri untuk menyantapnya, ada pula karena alasan kesehatan, ada yang beralasan kesucian atas dasar spiritualnya, dan lain sebagainya. Semua alasan itu sah-sah saja. Tidak ada permasalahan dengannya. Toh, mau makan apa saja itu adalah hak pribadi masing-masing orang. Tidak ada yang bisa mengatur apa yang orang lain konsumsi. Mungkin hanya ahli gizi atau seorang dokter yang bisa mematok konsumsi makan seseorang. Dengan alasan kesehatan tentunya.

Tidak terkecuali Pak Yan Bracuk yang baru datang dengan wajah sedikit lesu. Dia terlihat tidak begitu sehat.

“Adi bisa lesu keto, Pak Yan?” Tanya Pak De Dimpil.

“Kudiang sing lesu, awake nu megae berat di carike. Jumah jukut tulen gaenange ajak memene. Tawange apa sing ajak memene yen nak megae berat ento perlu protein. Apang nyak siteng bayune” Sahut Pak Yan Bracuk.

“Beh, adi bisa onyang kena masalah jukut ne nah?” Tanya Pak De Dimpil sambil kebingungan.

Pak Yan Bracuk menjelaskan kalau setiap manusia perlu asupan gizi yang baik agar bisa menjalankan rutinitasnya dengan baik. Asupan gizi yang dimaksud adalah karbohidrat yang didapat dari nasi, protein yang didapat dari telur atau daging, bisa juga tahu dan tempe, vitamin yang didapatkan dari sayur dan buah. Lebih lengkap lagi kalau ada susu. Semua jenis makanan ini sering kita kenal dengan istilah 4 sehat 5 sempurna.

Masyarakat kita, terutama yang tinggal di pedesaan biasanya kurang bersahabat dengan susu. Mungkin cuma bayi yang mengenal susu. Orang dewasa setahun sekali baru menyentuh susu. Bukan karena apa, tapi karena memang tidak terbiasa saja. Kecuali untuk yang sudah punya pacar atau yang beristri, ya, mereka mungkin mereka bisa menyentuh susu lebih sering. Duh, kok jadi stensilan ya ceritanya. Gara-gara nulis sambil nonton bokep, gini dah. Tapi, apakah dengan tidak mengkonsumsi susu orang-orang di desa terganggu kesehatannya? Saya rasa tidak juga, mereka bisa mendapatkan asupan gizi yang dikandung oleh susu dari makanan lain.

Masih ada yang ingat dengan istilah “porsi buruh bangunan” nggak? Istilah ini ada karena konsumsi makan dari pekerja berat seperti mereka memang banyak. Bisa 2 kali lipat dari konsumsi makan orang kebanyakan. Terutama nasi. Mereka nggak perlu lauk atau sayur yang banyak. Mereka perlu nasi yang banyak. Karena dalam nasi terkandung karbohidrat yang berguna untuk memberi mereka tenaga. Lalu, apakah lantas karena makan banyak mereka jadi tidak sehat? Nggak juga, mereka justru baik-baik saja. Badan mereka masih terbilang baik. Karena, apa yang mereka makan diproses dalam tubuhnya secara maksimal sebagai tenaga.

Bandingkan dengan pekerja kantoran atau pekerja lain yang nggak banyak bergerak. Jika makan banyak, bobot mereka bisa naik drastis. Belum kita berbicara tentang penyakit yang menyertainya semisal kolesterol, gula darah, kegemukan dan lain sebagainya. Karena, apa yang mereka konsumsi tidaklah diolah sepenuhnya oleh tubuh mereka. Apa yang mereka konsumsi justru tertimbun menjadi lemak yang bisa menyebabkan sakit.

Begitu juga halnya dengan menjadi seorang vegetarian. Nggak salah memang. Tapi, sebaiknya diperhitungkan juga tentang keadaan tubuh kita sendiri. Perhitungkan juga keperluan nutrisi agar tubuh kita bisa bekerja normal. Nggak lantas kita semua latah ikut bervegetarian ria hanya karena orang bilang itu baik.

Vegetarian sebenarnya adalah salah satu jenis diet untuk mengurangi konsumsi daging. Dimana, dalam daging, selain terdapat protein juga terdapat lemak. Lemak yang terkandung dalam daging jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan gangguan kolesterol dan fungsi jantung. Untuk menghindari lemak inilah sumber protein yang awalnya dari daging diganti dengan protein dari tumbuhan. Misalnya kedelai yang bisa konsumsi dalam bentuk tahu atau tempe. Diet seperti ini cocok untuk orang yang memiliki gangguan kolesterol atau penyakit yang mengharuskan mereka untuk menghindari daging.

Lebih jauh lagi, vegetarian adalah diet untuk mengganti makanan yang biasa kita konsumsi dengan olahan makanan yang diyakini lebih sehat. Daging diganti dengan kacang-kacangan, Bisa tetap menggunakan nasi atau diganti dengan nasi beras merah atau kentang. Menghilangkan MSG dari bumbu. Sayuran nggak dimasak terlalu lama. Lebih lagi, diusahakan agar sayuran yang ditanam secara organik. Minyak gorengnya diganti dengan minyak yang lebih sehat.

Banyak juga restaurant vegetarian yang mengubah daging dengan olahan mirip daging. Bahannya dari tepung dan bumbu yang mereka padukan sehingga rasanya mirip dengan cita rasa daging. Nama menunyapun mirip. Ada lho restaurant vegetarian yang menyediakan menu bebek pekking, ham, ayam tepung dan lain sebagainya. Hanya saja bahannya adalah olahan dari tepung.

“Beh, yen kene undukne benyah lakaran gumine” Celetuk Pak De Dimpil.

“Kar bisa benyah gumi lakune? Anak ngomongang vegetarian, sing ada hubungane ajak benyah gumi, Pak De” Sahut Pak Yan Bracuk

“Beh, Pak Yan, sing ngelah logika adane ne. Cobak je petek, akuda ada sampi, siap, bebek, memeri, celeng, kebo, ane ada digumine? Yan onyang sing tampah, bek sajane gumine misi beburon. Men, iraga dija lakar nongos? Yening keto unduke, sing benyah adane gumine, Pak Yan?” Jawab Pak De Dimpil.

“Nyak asane to nah. Tumben duweg Pak De Dimpil ne nah” Jawab Pak Yan Bracuk sambil keheranan.

“Jelas Iraga dueg, Pak Yan. Suba kena be guling tunian. Yening Pak Yan kan cuma jukut dogen makan uling semengan, makane agak lelet” Jawab Pak De Dimpil sambil beranjak pergi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 8 =

Hari Raya Kemenangan

Berlian